PUBLIKSULTRA.COM – AMBON. Gempa bumi 6,8 SR yang mengguncang Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019 menjadi pengalaman Traumatik bagi seluruh masyarakat di Maluku, tak ayal banyak anak anak kecil merasakan trauma yang mendalam dengan rasa takut yang belum sepenuhnya pulih.

Gempa tersebut diikuti gempa susulan yang terjadi hampir 1000 kali. Dengan Tingginya intensitas gempa susulan dan kerasnya goncangan hal ini menyebabkan kerusakan rumah, bangunan hingga fasilitas umum aktivitas pun lumpuh Total.

Berdasarkan hasil assesment di lapangan bahwa para pengungsi tersebar di beberapa titik yang hampir mayoritasnya adalah anak-anak. Untuk itu kita menjangkau mereka untuk melakukan pendampingan psikososial,” Ungkap Umar lessy Ketua MSP fakultas perikanan Universitas Pattimura Maluku

Menyadari hal itu, sejumlah Mahasiwa Managemen Sumber perairan Universitas Pattimura ambon di lokasi pengungsian yang terletak di kawasan hutan, Desa Rohomoni Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (4/10). Lokasi ini dipilih karena belum ada kegiatan trauma healing.

Umar Lessy menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan penjangkauaan kepada pengungsi anak-anak dan terus mengajak mereka dengan Serangkaian hiburan edukatif melakukan permainan cegah bencana melalui media edukasi.

“kita telah berupaya melakukan penjangkauaan kepada pengungsi anak-anak dan terus mengajak mereka dengan Serangkaian hiburan edukatif melakukan permainan cegah bencana melalui media edukasi”, Jelasnya

Lebih lanjut Umar menambahkan bahwa kondisi anak anak di maluku saat ini terganggu secara Psikologis oleh karena itu pihaknya berupaya melakukan penanganan Intensif dalam hal upaya menghilangkan dan meringankan bebas Psikis yang di Alami.

Kondisi anak anak di maluku saat ini terganggu secara Psikologis oleh karena itu kita perlu penanganan Intensif dalam hal upaya menghilangkan dan meringankan bebas Psikis yang di Alami“, Tegas Ketum MSP Fakultas Perikanan Universitas pattimura

Load More Related Articles
Load More By publiksultra
Load More In Berita

Baca Juga

PSHI desak KPK Buktikan Keterlibatan Mekeng Dalam Kasus PLTU Riau

PUBLIKSULTRA.COM – JAKARTA. Perkumpulan Sarjana Hukum Independen (PSHI) mendesak KPK…