PUBLIKSULTRA.COM – KENDARI. Siang kemarin Ratusan Kader HMI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang kendari melakukan Aksi Demonstrasi bersama ribuan mahasiswa lainnya, Kamis 26/9/2019.

baca juga : Anak Paddare’ Minta Restu ke Tokoh Nasional Muchlis Patahna

Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Ujang Hermawan dalam rilisnya (27/9) menyampaikan kekecewaannya pada pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Ia menuturkan bahwa pada saat aksi tanggal 26 september 2019 terjadi tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada Sekretaris Umum HMI Cabang Kendari, Tapsil Hingga mengalami Patah Tulang” dan yang lebih parahnya lagi sampai mengakibatkan dua mahasiswa lainnya tewas dalam aksi demonstrasi.

“Pasalnya kepolisian merupakan instansi yang seharusnya melindungi, Melayani, dan mengayomi masyarakat. Kemudian, dalam UU no 9 Tahun 1998 kepolisian juga diamanahkan untuk menjaga dan mengawal massa aksi dalam mengeluarkan pendapat dimuka umum atau selama melakukan demonstrasi .akan tetapi yang terjadi di lapangan sangat tidak sesuai ekspektasi dari mahasiswa, Bagaimana tidak ? Banyak massa aksi yang kemudian mengalami luka ringan hingga kematian. Dari hasil otopsi bahwa salah satu massa aksi yang meninggal diakibatkan luka tembak bagian dada. Jelas itu merupakan perbuatan yang sangat keji yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan harus diproses sesuai hukum yang ada”, Ucapnya

Ia juga Menegaskan Bahwa HMI cabang Kendari akan mengadakan aksi Solidaritas atas apa yang dialami oleh sekretaris Umumnya kemudian akan mengawal kasus kematian 2 massa aksi.

baca juga : Gedung DPRD Terbakar, PB HMI : Perlunya Evaluasi Dan Penyegaran Pimpinan DPRD Bone

“HMI Cabang Kendari akan melakukan aksi besar besaran sebagai bentuk solidaritas kami kepada para korban yang berjatuhan dan saya rasa Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari harus bertanggung jawab penuh dengan apa yang terjadi pada saat aksi demonstrsi”, ujarnya.

Load More Related Articles
Load More By publiksultra
Load More In Berita

Baca Juga

PSHI desak KPK Buktikan Keterlibatan Mekeng Dalam Kasus PLTU Riau

PUBLIKSULTRA.COM – JAKARTA. Perkumpulan Sarjana Hukum Independen (PSHI) mendesak KPK…