Jakarta, Publiksultra.com — Sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di dalam kegiatan kampanye calon petahana pemilihan presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. Ghani selamat dalam kejadian itu, dan kelompok milisi Taliban menyatakan bertanggung jawab.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (17/9), insiden itu terjadi di Kota Charikar, Provinsi Parwan. Pelaku mengendarai sepeda motor dan memicu bom di dekat kerumunan simpatisan Ghani.

Dalam kejadian itu 24 orang meninggal di tempat, dan melukai 31 orang lainnya.

baca juga : 2 Pabrik Aluminium Disegel karena Cemari Udara Jakarta

“Di antara korban ada perempuan dan anak-anak. Jumlah korban masih bisa bertambah,” kata Kepala Rumah Sakit Parwan, Abdul Qasim Sangin.

Peristiwa ini terjadi 11 hari sebelum pemungutan suara dalam pilpres Afghanistan. Ghani akan bersaing memperebutkan masa jabatan kedua dengan sejumlah calon lainnya.

Taliban menyatakan serangan itu ditujukan kepada aparat keamanan setempat, dan bukan warga sipil. Namun, mereka menyatakan jauh-jauh hari sudah memperingatkan supaya penduduk tidak menghadiri kampanye calon presiden.

“Kami sudah memperingatkan para penduduk. Jangan terlibat dalam kampanye pemerintah boneka ini, karena kegiatan itu menjadi target serangan kami. Kalau peringatan ini diabaikan, maka akan ada korban dan mereka harus menyalahkan diri sendiri,” demikian isi pernyataan Taliban.

Terpisah, ledakan bom juga terjadi di Ibu Kota Kabul. Lokasinya berada di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Dalam kejadian itu, enam orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Taliban juga menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa itu.

“Korban luka ringan dan berat sudah dibawa ke rumah sakit untuk segera ditangani,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Haji Khan Zazi.

baca juga : Udara Level Berbahaya Sambut Kunjungan Jokowi di Riau

Pemungutan suara dalam Pilpres Afghanistan bakal dilakukan pada 28 September mendatang. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menyatakan bakal maju lagi sebagai petahana dalam pilpres tahun ini.

Dia akan bersaing dengan 17 kandidat lainnya. Mantan pejabat Bank Dunia itu berhasil unggul dalam pilpres 2014. Namun, kemenangan orang didikan AS itu terjadi karena memanipulasi perolehan suara.

Pesaing utama Ghani adalah Abdullah Abdullah. Dia saat ini menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

sumber : cnnindonesia

Load More Related Articles
Load More By farid fadly
Load More In Berita

Baca Juga

Anak Paddare’ Minta Restu ke Tokoh Nasional Muchlis Patahna

Hari ini, (27 September 2019), bertempat di salah satu gedung di Kuningan, Jakarta. Irwans…