Jakarta, publiksultra.com – Para pengembang di Kalimantan menyambut girang soal rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Namun, rencana ini tentu saja tak bisa menghindari aksi spekulasi dari para spekulan yang mengharapkan cuan dari pindahnya ibu kota.

baca juga : Sapi ‘Tronton’ Kurban Jokowi di Masjid Raya Sumbar Didistribusikan 750 Kantong

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim pernah mengungkapkan kabar perpindahan ibu kota ke Kalimanyan berdampak terhadap perilaku orang dalam mencari properti atau hunian.

Misalnya, pencarian properti atau rumah di Palangkaraya mengalami peningkatan yang sangat signifikan lewat internet. Bahkan, peningkatannya mencapai lima kali lipat.

Ketua DPD REI Kalimantan Tengah (Kalteng) Frans Martinusmengatakan meski lokasi persis ibu kota belum diumumkan oleh pemerintah, tapi ada ekses yang tak bisa dihindari yaitu soal harga lahan dan spekulan.

“Harga lahan sudah tak terkontrol lagi, buat kita pengembang rumah subsidi, kan jadi problem, sudah tak tercover lagi untuk bangun rumah subsidi,” katanya dikutip Senin (11/8)

Khusus di Kalteng, ada kawasan segitigas emas di sana yang memang cocok untuk mendukung ibu kota baru karena infrastruktur sudah memadai. Yaitu Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Palangkaraya.

“Cuma perlu edukasi kepada masyarakat, jangan sampai euforia…dia punya lahan tidur main asal jual aja, jadi problem, banyak spekulan,” katanya.

Ia juga menggarisbawahi, ada atau tidak adanya rencana pemindahan ibu kota, Kalteng khususnya punya masalah serius soal lahan.

“Salah satu yang paling sekarang mendesak berat eskalasi konflik kasus pertahanan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Kaltim Bagus Susatyo mengakui saat ini di kalangan pengembang, sudah ada informasi bahwa hanya dua opsi terkuat sebagai calon lokasi ibu kota yaitu Kalteng dan Kaltim. Namun, sebagai pengembang di Kaltim, Bagus memantau pergerakan harga lahan di Kaltim belum liar seperti yang jadi kekhawatiran adanya spekulan.

baca juga : Dihadapan Jokowi dan Ribuan Jama’ah, Khatib Mengingatkan Pentingnya Selesaikan Utang-piutang Sebelum Meninggal Dunia

“Lokasi belum ditetapkan jadi soal tanah masih normal belum ada lonjakan harga, kerena belum ada yang tahu tepatnya,” katanya.(hoi/hoi)

sumber: cnbcindonesia

Load More Related Articles
Load More By publiksultra
Load More In Berita

Baca Juga

Saat Erick Thohir Dikira Sebagai Menteri Jokowi

Jakarta, Publiksultra.com – Usai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Jo…