JAKARTA,PUBLIKSULTRA.COM-Pasca gelombang unjuk rasa berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat, hingga Senin ini  polisi menetapkan total 85 tersangka kerusuhan. 55 tersangka di Papua dan 30 tersangka di Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan,  ada penambahan tersangka di dua wilayah itu.

baca juga : Ada Orang Lempar 4 Ekor Ular ke Asrama Mahasiswa Papua Surabaya

“Untuk yang di Jayapura jumlah tersangka 31 orang. Kemarin kan 28 orang. Kemudian Timika masih tetap 10 (orang), kemudian untuk Kabupaten Deiyai 14 orang,” katanya seperti dikutip dari sinarharapan.co.

Sedangkan di Papua Barat terjadi penambahan yakni 15 tersangka di Manokwari, 11 orang tersangka dan 11 orang daftar pencarian orang (DPO) di Sorong. Setelah itu ada 3 tersangka dan 8 DPO di Fakfak.”Untuk Teluk Bintuni 1 tersangka, total untuk Papua Barat ada 30 tersangka,” ujarnya.

Dedi lebih lanjut menjelaskan mereka yang masuk dalam DPO adalah bagian dari massa yang turut melakukan kerusuhan.

Dari 85 tersangka itu polisi menetapkan FK atau FBK tersangka dengan dugaan berperan sebagai aktor intelektual kerusuhan. Kemudian, polisi juga menetapkan AG tersangka dengan dugaan aktor lapangan.

Dia menjelaskan FK merupakan mantan ketua BEM Universitas Cenderawasih sedangkan AG juga merupakan anggota BEM Uncen.”AG merupakan sama dengan si FK. Bagian dari pada tim penggerak AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) di Jayapura, yang digerakan nanti dari aktor intelektual yang di KNPB,” ia menjelaskan.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh Polda Papua di Rusun Mahasiswa Uncen, Dedi mengatakan ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga dipersiapkan untuk aksi kerusuhan.

Barang bukti itu termasuk alat atau senjata tajam seperti anak dan busur panah, parang, kapak, linggis, gir dan sejumlah senjata tajam lainnya. Serta ada beberapa rompi yang dipersiapkan.

Sedangkan terkait tersangka kasus insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, hingga kini kepolisian telah menetapkan 3 tersangka yakni TS, SA dan AD.

baca juga : Polri: Benny Wenda Dalang Kerusuhan

AD sebelumnya diketahui telah disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.”AD baru. Sama, sebagai buzzer, hanya buzzer saja, dia yang memviralkan beberapa narasi, foto dan video yang sifatnya hoaks,” tuturnya.

Unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi menyusul dugaan tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada pertengahan Agustus lalu. Aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Papua dan menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas umum. Pemerintah menyatakan kondisi di Papua dan Papua Barat kini berangsur kondusif.*

Sumber : SH /  Editor : DNJ

Load More Related Articles
Load More By publiksultra
Load More In Berita

Baca Juga

Udara Level Berbahaya Sambut Kunjungan Jokowi di Riau

PEKANBARU, PUBLIKSULTRA.COM – Kabut asap di Kota Pekanbaru akibat kebakaran hutan dan laha…