Jakarta, Publiksultra.com — Aksi massa yang berlangsung di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang ini sempat memanas setelah peristiwa pembakaran ban. Saling dorong pun terjadi setelah polisi mencoba memadamkan ban yang tengah dibakar massa di depan gedung KPK.

Diketahui di dalam ban yang dibakar tersebut telah diletakkan seperti abu gosok sehingga asap yang membumbung ke udara pun membuat tak nyaman, termasuk dirasakan wartawan peliput.

baca juga : Modal Asing Rp190 T Banjiri RI Sampai Pertengahan September

Setelah memadamkan ban yang dibakar, polisi mencoba mengendalikan situasi termasuk mengamankan benda seperti tongkat yang dibawa para peserta aksi. Tindakan itu membuat massa aksi marah dan terjadi dorong-dorongan antara mereka.

Sesekali tongkat melayang dari arah massa aksi ke barisan polisi yang sedang berjaga di pagar masuk gedung KPK.

Aksi Massa di Depan KPK Sempat Ricuh Usai Bakar Ban
Aksi massa di depan KPK mengecam WP KPK dan pimpinan KPK saat ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Salah satu petugas polisi lalu menaiki mobil komando untuk menenangkan massa aksi dan anggotanya. Dia memerintahkan agar tidak terjadi kontak fisik dalam proses demonstrasi ini.

Massa aksi yang tengah berdemo ini merupakan kelompok Himpunan Aktivis Milenial Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI. Kedua kelompok itu diketahui sudah berdemo di KPK sejak pekan lalu. Mulanya tuntutan mereka adalah mendukung proses seleksi Capim KPK dan Revisi Undang-Undang KPK disahkan DPR.

Sementara dalam demonstrasi kali ini, mereka menuntut agar anggota Komisioner KPK periode 2015-2019 yang dipimpin Agus Rahardjo segera mundur. Pasalnya sudah ada pimpinan baru yang terpilih dalam proses di DPR RI.

baca juga : Anies Klaim Jokowi Setuju Cabut Gugatan Ahok di Bidara Cina

Sekitar pukul 14.00 WIB, mereka memulai demonstrasi dengan aksi teatrikal pengasapan nyamuk atau fogging.

Tiga orang berkostum nyamuk, dan dua orang berkostum petugas fogging pun melakukan aksinya. Mereka yang berkostum nyamuk itu disebutkan sebagai simbol Komisioner KPK periode 2015-2019. Setelah itu, pemeran petugas fogging pun menyemprotkan asap itu ke Gedung KPK sebagai simbol pengusiran.

sumber : cnnindonesia

Load More Related Articles
Load More By farid fadly
Load More In Berita

Baca Juga

Anak Paddare’ Minta Restu ke Tokoh Nasional Muchlis Patahna

Hari ini, (27 September 2019), bertempat di salah satu gedung di Kuningan, Jakarta. Irwans…